Subscribe:

Pages

Selasa, 17 Juli 2012

Hutang Puasa Orang Yang Meninggal Dunia Menurut Madzhab Syafi'i

Setelah saya membaca postingan seorang saudara muslim kita yang berjudul Cara Melunasi Hutang Puasa Orang Yang Sudah Meninggal Dunia Bag. 1 dan Meninggal Dunia Masih Memiliki Hutang Puasa Ramadhan. Tergeraklah jari-jari tangan saya untuk membuat coretan-coretan sederhana ini dengan kedangkalan ilmu yang saya miliki.

persoalan orang yang meninggal dunia tetapi masih memiliki hutang puasa, harus diklarifikasi terlebih dahulu, pasalnya orang yang meninggal dunia dan masih memiliki hutang puasa itu ada beberapa kemungkinan yang terjadi.
Pertama, orang tersebut meninggalkan puasa karena ada udzur syar’i dan tidak adanya kesempatan untuk menqadha’ puasanya misalnya sakit yang diderita tak kunjung sembuh kemudian ia meninggal tanpa ada waktu kesempatan untuk mengqadha’ puasanya. Jika terjadi kasus yang semacam ini maka ahli waris atau keluarganya tidak berkewajiban mengqadha’ puasanya ataupun membayar fidyah.
Kedua, orang tersebut meninggalkan puasa karena ada udzur syar’i dan ada kesempatan untuk mengqadha’ puasa namun kesempatan tersebut tidak dipergunakan untuk mengqadha’ puasanya hingga ajal menjemput.
Ketiga, orang tersebut meninggalkan puasa tanpa ada udzur syar’i (baik ada kesempatan menqadha’ ataupun tidak).
Jika kasus yang terjadi sebagaimana poin kedua dan ketiga maka ahli waris atau keluarga diperbolehkan memilih antara mengqadha’ puasa atau membayar fidyah, dengan uraian ketentuan hukum sebagai berikut: 
  • Jika si mayit tersebut meninggalkan tirkah (harta peninggalan), maka ahli waris WAJIB mengqadha’puasa atau membayar fidyah (boleh memilih salah satu) 
  • Jika si mayit tersebut tidak meninggalkan tirkah (harta peninggalan), maka ahli waris TIDAK WAJIB mengqadha’puasa atau membayar fidyah, namun DISUNNAHKAN memilih salah satu.
 Ketentuan option tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w.
     a. membayar fidyah
 عَنِ ابْنِ عَمْرٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلّىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامُ شَهْرٍ فَلْيُطْعَمْ عَنْهُ مَكَانَ كُلِّ يَوْم مِسْكِيْنٌ. رواه ابن ماجه
  
   Dari Ibnu Amr berkata, Rasulullah s.a.w.,bersabda: “barangsiapa meninggal dunia dan dia mempunyai tanggungan (hutang) puasa, maka hendaklah setiap hari (ahli warisnya) memberi makan kepada fakir miskin” (HR. Ibnu Majah)
    b.  mengqadha’ puasa
عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ قَالَ جاَءَتْ امْرَأَةٌ اِلَى النَّبِيِّ صَلّىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فَقَالَتْ يَا رَسُوْلَ اللهِ اِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمٌ أَفَأّصُوْمُ عَنْهَا ؟ قَالَ نَعَمْ .رواه ابن ماجه
   Dari Ibnu Buraidah, ia berkata: Seorang perempuan mendatangi Rasulullah s.a.w., lalu bertanya : ”Sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia, sedangkan ia punya hutang puasa. Apakah boleh saya berpuasa baginya? Rasulullah menjawab “ iya boleh”. (HR. Ibnu Majah)

Hadits yang sama dari saudara muslim yang memposting tulisan Cara Melunasi Hutang Puasa Orang Yang Sudah Meninggal Dunia Bag. 1 dan Meninggal Dunia Masih Memiliki Hutang Puasa Ramadhan akan saya paparkan sesuai pemahaman saya. Rasulullah bersabda:
مَنْ مَاتَ وّعَلَيْهِ صِيَامٌ  صَامَ عَنْهُ وَلِيُّ
  “Barangsiapa yang meninggal dunia dan ia masih memiliki tanggungan (hutang) puasa, maka (diperbolehkan) bagi wali untuk mengqadha’ puasanya”. (HR. Bukhari & Muslim)
    
Jadi, hadits ini bukan menunjukkan atas WAJIBNYA bagi wali untuk mengqadha’ puasa. Akan tetapi hadits ini menunjukkan DIPERBOLEHKANNYA bagi wali untuk mengqadha’ puasa orang yang meninggal dunia. Diantara penjelasan hadits ini tercantum dalam kitab I’anatuth Thalibin juz 2. Walhasil, coretan yang saya paparkan mulai dari awal adalah menurut madzhab syafii.

Silahkan bagi sahabat blogger bila ada kekurangan, saya perkenankan untuk melengkapi ataupun meluruskan coretan saya ini. Terima kasih.

8 komentar:

  1. ASSALAMU'ALAIKUM ustadz.........wahhhhh..ajibbbb...ustadz postingannya bikin betah buat orang yang haus ilmu semoga AL Faqir sempet silsturrahmi......bahagia itu indah

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam... amin.. semoga bermanfaat sobat...

      Hapus
  2. ohhh ... puas sekali saya dengan jawaban ini ... salam kenal dan sukses ya ...

    BalasHapus
  3. Om, nak oleh nomore Pakdhe Umar segera send ke aku yo...

    BalasHapus
  4. Terima kasih akh... Artikelnya sangat membantu. Insya Allah bermanfaat

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

komentar terbaru